Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bounce Rate : Pengertian dan Fungsinya

Website atau blog bukan hanya digunakan untuk menyalurkan hobi menulis saja, tetapi website atau blog juga bisa digunakan untuk berjualan online.

Perlu kita sadari, untuk membuat blog atau website, kalian harus mengetahui salah satu indikatornya, yaitu Bounce Rate.

Apa itu Bounce Rate?


Bounce rate adalah istilah yang menggambarkan persentase jumlah pengunjung di blog kita. 

Tapi disini lebih menekankan pada lamanya pengunjung menjelajahi website atau blog kita.

Perhitungan bounce rate dalam suatu blog atau website ialah menggunakan persentase.

Tapi uniknya, jika persentase bounce rate semakin kecil, maka semakin bagus blog kita dimata search engine google.

Namun sebaliknya, jika blog atau website kita bounce ratenya semakin besar, maka blog kita akan semakin buruk dimata search engine google.

Hal yang mempengaruhi Bounce Rate


1. Kecepatan suatu blog


Kecepatan suatu blog mempengaruhi tinggi rendahnya bounce rate.

Semakin baik kecepatan suatu blog, hal ini membuat pengunjung merasa enak-enak aja membuka blog kalian.


Berbeda dengan website atau blog yang dibuka lemot. Baru buka aja pasti udah males, karena ga jalan jalan loadingnya.

Jadi kecepatan blog mempengaruhi tinggi rendahnya bounce rate.

2. Desain blog


Setelah kita mengetahui yang pertama, sekarang kita beralih ke desain blog.

Jika di blog kalian, banyak disajikan widget-widget yang memudahkan pengunjung. Itu sangatlah bagus.


Semakin kalian mempermudah pengunjung, semakin nyaman pengunjung berada di blog atau website kalian.

Usahakan jangan terlalu banyak menggunakan widget dalam suatu blog karena itu bisa membuat pembaca ga betah. Sediakan yang sesederhana mungkin dan enak diliat.

3. Kualitas konten


Semakin baik kualitas konten kalian, semakin baik juga bounce rate kalian.

Itu sih sudah jelas, bounce rate itu semakin baik jika pengunjung lama berada di blog kalian.

Otomatis jika kualitas konten kalian bagus, pengunjung ga akan bosen baca konten kalian.

Otomatis bounce rate blog kalian akan semakin bagus. Setuju ga?


4. Internal link


Kalian tau internal link? Itu loh yang biasa kalian liat kalo lagi baca artikel.

Ada link yang mengarah ke artikel yang lain. Itu dinamakan internal link.

Terus kenapa internal link dapat membuat bounce rate menurun?

Kasih penjelasan yang mudah dimengerti aja nih. Kalo kalian abis baca di blog yang loadingnya cepet, desainnya bagus, dan artikelnya berkualitas sesuai dengan yang kalian cari.

Taunya di artikel itu juga ada internal link yang buat kalian penasaran. Dengan begitu, kalian akan semakin lama membaca di blog atau website mereka kan?

Nah makanya internal link mempengaruhi bounce rate. Tapi perlu di inget nih, usahakan gunakan internal link yang nyambung. Jangan taro internal link yang ga nyambung dengan konten tersebut.

Fungsi Bounce Rate


Sampai saat ini, bounce rate menjadi indikator yang sangat penting di dalam suatu blog atau website.

Bounce rate memiliki fungsi seperti dibawah ini.

1. Untuk mengukur kualitas suatu blog.


Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, bounce rate berguna untuk mengukur kualitas blog kalian.

Semakin kecil persentase suatu blog, maka semakin bagus kualitas blog tersebut.

2. Sebagai bahan evaluasi


Jika kita membuat suatu blog, pastinya kita gatau blog kita udah bagus atau belom sih.

Dengan adanya bounce rate, kita bisa mengetahui, seberapa lama pengunjung melihat blog kita.


Kita juga bisa mengetahui kualitas blog kita, dengan begitu.

Kita jadi lebih bisa memperbaiki kesalahan kesalahan yang ada di dalam blog kita.

Kesimpulan


Jadi kesimpulannya, bounce rate itu penting ya. Jadi kalian harus perhatiin nih masalah bounce rate jika kalian benar-benar ingin menjadi seorang blogger.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Post a comment for "Bounce Rate : Pengertian dan Fungsinya"

Berlangganan via Email