Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Konsep dan Pendekatan Geografi

Konsep dan Pendekatan Geografi

Geografi mempelajari berbagai macam fenomena geosfer, misalnya gempa, tanah longsor, gunung meletus, dan kekeringan. Setiap fenomena dikaji menggunakan sudut pandang ilmu geografi. Oleh karena itu, diperlukan dasar sebagai pedoman untuk mengetahui sumber permasalahan dan upaya penyelesainnya.

1. Konsep Geografi

Konsep geografi terbentuk berdasarkan pola yang berkaitan dengan fenomena geosfer yang mempengaruhi kehidupan. Berikut konsep geografi

a. Konsep Lokasi

Konsep lokasi ini menjelaskan suatu fenomena geosfer berkaitan dengan letak dipermukaan bumi. Konsep ini dibagi menjadi dua, yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut merupakan lokasi yang tetap seperti lintang dan garis bujur. Sedangkan lokasi relatif menunjukkan letak berdasarkan kondisi daerah di sekitar.

b. Konsep Jarak

Konsep jarak ini mengkaji suatu jarak dari satu tempat ke tempat yang lain. Makin dekat suatu wilayah maka hubungan timbal baliknya semakin lancar.

c. Konsep Keterjangkauan

Konsep keterjangkauan mengkaji aksesibilitas suatu tempat. Ketersediaan sarana dan prasarana untuk menjangkau wilayah tertentu menentukan tingkat aksebilitas ini. Maka pada konsep ini ada tidaknya transportasi sangatlah penting.

d. Konsep Pola

Susunan keruangan suatu objek dipermukaan bumi dikaji menggunakan konsep ini. Kegiatan manusia dalam melakukan kegiatan membentuk pola keruangan tertentu. Contohnya pemukiman penduduk mengikuti pola garis jalan raya.

e. Konsep Morfologi

Konsep ini berkaitan dengan bentuk muka bumi. Misalnya bentuk sungai yang berbelok belok yang disebabkan karena erosi dan sendimentasi yang terjadi di dataran rendah.

f. Konsep Aglomerasi

Berkaitan dengan pemusatan dan pengelompokan suatu fenomena di permukaan bumi. Konsep ini berkaitan dengan kecenderungan terhadap pemusatan dan yang paling menguntungkan. Contohnya pemusatan kawasan perdagangan di pusat kota.

g. Konsep Nilai Guna

Setiap daerah memiliki potensi yang berbeda beda. Keragaman potensi tersebut memiliki nilai guna yang berbeda juga. Makin banyak potensi yang dikembangkan, semakin tinggi juga nilai guna wilayah

h. Konsep Diferensiasi Area

Konsep ini berkaitan dengan perbedaan karakteristik antarwilayah. Perbedaan tersebut berupa bentang alam, pembangunan, dan kependudukan. Diferensiasi area mendorong munculnya interaksi antarwilayah.

i. Konsep Keterkaitan Keruangan

Konsep ini menunjukkan sikap saling ketergantungan antarwilayah. Setiap wilayah tidak dapat berdiri sendiri tanpa wilayah yang lain. Keterkaitan ini berupa fenomena geosfer, baik alam, biotik, maupun sosial. Misalnya perbedaan potensi wilayah mendorong keterkaitan kedua wilayah terpenuhi.

j. Konsep Interaksi dan Interdependensi

Interaksi ini diartikan hubungan antarwilayah atau lebih. Hubungan interdependensi ini sudah berupa ketergantungan. Interdependensi dipengaruhi adanya saling ketergantungan antarwilayah. Misalnya kota membutuhkan tenaga kerja. Tenaga kerja banyak berasal dari desa. Sedangkan desa membutuhkan hasil industri untuk memenuhi kebutuhan.

2. Pendekatan Geografi

Merupakan suatu cara atau metode yang digunakan untuk memahami proses terjadinya suatu fenomena geosfer.

a. Pendekatan Keruangan (Spatial Approach)

Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji fenomena geosfer berdasarkan ruang kejadiannya. Pendekatan keruangan juga disebut pendekatan keruangan. Pendekatan ini menitikberatkan pada perbedaan karakteristik antarwilayah. Perbedaan karakteristik ini dapat dikaji berdasarkan sifat-sifat pentingnya seperti proses, pola, dan struktur.

b. Pendekatan Kelingkungan (Ecological Approach)

Fenomena geosfer tidak terlepas dari lingkungan sekitar. Pendekatan ini juga sering disebut pendekatan ekologi. Pendekatan ini mempelajari tentang interaksi organisme hidup dengan lingkungan. Interaksi tersebut membentuk suatu ekosistem. Interaksi organisme seperti manusia, hewan dan tumbuhan terhadap lingkungan.

c. Pendekatan Kompleks Wilayah (Regional Complex Approach)

Pendekatan ini mengkaji suatu permasalahan dengan mengkombinasikan pendekatan spasial dengan pendekatan ekologi. Setiap wilayah memiliki perbedaan karakteristik yang mendorong interaksi antar wilayah. Salah satu cirinya adalah adanya pengkalsifikasian pada analisis.

Post a comment for "Konsep dan Pendekatan Geografi"

Berlangganan via Email